Tiga Lima yang Tidak Sama

I’m 35!

Tahun ini gue 5 tahun lebih tua dari usia nyokap saat melahirkan gue. Dan 3 tahun lebih tua dari usia bokap saat gue lahir.

To think that they made decision to have me at that age. Gue gak kebayang sih. Gue ga yakin gue bisa ngasuh anak bahkan di umur gue yang sekarang.

Tahun ini gue 35, kalau biasanya tahun-tahun yang lalu gue constantly mikir soal puisi fig tree-nya Silvia Plath, tahun ini enggak.

Tahun ini, gue bisa sedikit lebih santai, go with the flow, be present.

Rasa anxious-nya ada, jelas. Takut stuck, takut ketinggalan, takut sendirian, takut kesepian, takut salah ambil keputusan, takut gak melakukan yang terbaik, takut salah, takut sakit parah, takut nyusahin, takut gak punya kerjaan, dll dsb.

But less, far less. Dan tiap hari usaha untuk percaya aja bahwa I will do my best in solving whatever problems life throw at me, dan satu lagi, I will do my best in loving myself.

Gak maksud cheesy, tapi tahun ini emang akhirnya sadar bahwa gue ga cukup sayang ama diri sendiri. 35 tahun dan gue baru belajar menghargai diri sendiri.

Yaudahlahya, better than never.

Jadi iya, ultah kali ini gak sama. Dan gue cukup bersyukur karena akhirnya di umur 35 gue bisa ngerasain ultah yang gak sama kayak tahun2 lainnya. I’m glad I made the choice to get myself a professional psychotherapist and finally be in touch with my own feelings, pain, anger, shame, dan sorrow.

Though I had to let go some things. Big. Small. Tapi langkahnya emang jauh lebih ringan. Terus jadi bisa lebih legowo aja saat ada hal-hal yang gak bisa gue kontrol. Contohnya feelings dan efeknya pada fisik gue.

Jadi yang tadinya rambut gue menebal dari Januari tau2 ini rontok parah lagi dari bulan Juli T-T. I’m sad, mikir apa karena stress PPKM di rumah melulu, stress kerjaan kah? Stress apa? Sedih aja ngeliat lantai kamar penuh rambut. Tapi lama-lama lelah karena tetep rontok meski udah dipendekin rambutnya, jadi yaudah deh bodo amat. Bodo amat. Ga berambut atau berambut tipis juga tetep cantik. Ngapain dipikirin.

Hey Am, I can’t say those words months ago, but I think I could say it now:

Though I’m still learning how to show it, and though at times I still need to remind myself to put you first (“gak perlu nyenengin semua orang, orang lain sedih atau seneng bukan urusan lo, gak perlu berbuat baik untuk disayang, gak perlu selalu ada, gak perlu sabar, gak perlu nahan diri, gak perlu nepatin janji”).

Dan meski kata2 di atas masih gue ulang sampai 5 kali sehari.

I think I could say it now: I love you.

Happy 35th birthday, sweetie.